RANCANGAN NOVEL
Melodi Cinta Rinjani
Karya : Rela Agustina
Bagian 1 : Rinjani pergi ke ibukota provinsi untuk melanjutkan kuliah.
Rinjani, salah satu murid SMA Negeri 5 Menara. Rinjani adalah anak yang terkenal pintar di kelasnya. Dia mempunyai mimpi setelah lulus SMA akan melanjutkan kuliah di Universitas yang ternama. Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Rinjani menyambut kelulusan dengan gembira. Karena setelah ini Rinjani akan pergi ke ibukota provinsi untuk melanjutkan kuliah.
Bagian 2 : Rinjani mempunyai sifat introvet sehingga dibully oleh teman-teman kuliahnya.
Rinjani adalah anak yang terkenal pintar. Dia tidak pernah menyontek pada saat ujian di kelasnya. Karena kepintarannya dia menjadi anak yang pendiam dan tidak suka berinteraksi dengan temannya. Teman-teman Rinjani sangat kesal dengan sifatnya yang mereka kira aneh. Rinjani di bully setiap harinya oleh teman-temannya. Meskipun begitu, Rinjani tidak pernah lapor kepada dosennya.
Bagian 3 : Rinjani menyibukkan diri dengan mengikuti event lari.
Rinjani sangat terpukul dengan kejadian pembullyan yang terjadi pada dirinya setiap hari. Dia sangat kesepian di kelasnya karena tidak ada teman yang mau menemaninya. Ada pengumuman event lari Dia tertarik dengan event tersebut dan berusaha mengikutinya. Rinjani mulai menyibukkan diri dengan mengikuti event lari.
Bagian 4 : Rinjani bertemu Okto di event lari.
Event lari pun telah dimulai. Rinjani datang ke stadion Manahan sendirian. Tanpa tidak sengaja, Rinjani bertemu dengan seorang laki-laki baik. Dia bernama Okto, salah satu mahasiswa yang kuliah di Universitas yang sama dengan Rinjani. Dia mengajak berkenalan dengan Rinjani.
Bagian 5 : Mong cemburu melihat Okto dan Rinjani di event lari.
Saat Okto dan Rinjani berbincang-bincang, ternyata di stadion tersebut ada Mong yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka. Mong adalah salah satu anak yang terkenal nakal dan mempunyai circle. Mong sangat cemburu melihat kedekatan Okto dan Rinjani di event lari. Dia merasa sangat dendam dengan Rinjani.
Bagian 6 : Rinjani menerima surat misterius.
Mong mengira bahwa Rinjani telah merebut Okto dari hatinya. Akhirnya, Mong merencanakan sesuatu untuk membuat Rinjani tidak nyaman dalam hidupnya. Mong menyuruh circlenya untuk membuat surat misterius untuk dikirim kepada Rinjani. Dia menerima surat misterius tersebut. Rinjani penasaran dengan isi surat misterius itu.
Bagian 7 : Rinjani mencari tahu pengirim surat misterius.
Untuk mengobati rasa penasaran dengan isi surat misterius itu, Rinjani segera membuka dan membacanya. Surat tersebut berisi tentang ancaman Mong terhadap Rinjani. Dia menyuruh Rinjani untuk menjauhi Okto. Mong mengancam Rinjani dengan membuat hancur hidupnya apabila tidak segera menjauhi Okto. Rinjani sangat terkejut dengan isi surat tersebut. Rinjani berusaha mencari tahu pengirim surat misterius tersebut karena didalamnya tidak ada nama pengirimnya.
Bagian 8 : Rinjani bertemu Aliester di bis dan berkenalan.
Saat Rinjani hendak mencari tahu pengirim surat misterius tersebut, di dalam bis dia bertemu dengan seorang lelaki yang baik dan tampan. Lelaki tersebut bernama Aliester. Aliester mengingatkan Rinjani kepada teman masa kecilnya. Akhirnya setelah berkenalan dan berbincang-bincang dengan Aliester, Rinjani menjadi orang yang suka berinteraksi dengan oranglain. Dia menjadi anak yang pemberani dan sifat introvet pada dirinya hilang. Dia sangat akrab dengan Aliester.
Bagian 9 : Dompet Rinjani hilang di terminal.
Setelah menaiki bis dengan durasi yang cukup lama, mereka akhirnya turun sampai tujuan. Mereka sangat asyik mengobrol hingga tidak menyadari bahwa dompet Rinjani jatuh di terminal. Rinjani sangat kebingungan dengan kehilangan dompetnya. Dompet itu berisi uang dan kartu-kartu penting yang dibutuhkan Rinjani. Aliester yang mengetahuinya segera berusaha membantu Rinjani.
Bagian 10 : Aliester menemukan dompet dan mengembalikannya kepada Rinjani.
Aliester mencari-cari dompet Rinjani dengan sangat teliti. Dia berlarian mencari dompet itu sampai ketemu. Dia berharap dompet itu segera ia temukan. Melihat wajah Rinjani yang sangat terlihat panik, Aliester mencoba menghibur Rinjani. Dia berjanji akan segera menemukan dompetnya. Setelah lama mencari, akhirnya dompet itu ketemu. Dia segera mengembalikannya kepada Rinjani.
Bagian 11 : Setelah Aliester mengembalikan dompet Rinjani, Aliester kecelakaan di depan Rinjani.
Aliester yang sangat bersemangat berlari karena telah menemu kan dompet Rinjani. Dia terlalu senang dan tidak melihat bahwa ada sebuah bus yang akan menabraknya. Aliester tertabrak bus didepan Rinjani. Bus itu melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan luka berat yang dialami oleh Aliester. Akhirnya, Aliester dilarikan ke rumah sakit terdekat. Rinjani sangat terkejut dengan kejadian yang terjadi pada Aliester. Rinjani berharap Aliester baik-baik saja dan segera bisa sadar.
Bagian 12 : Rinjani merasa sedih yang mendalam atas meninggalnya Aliester.
Sayangnya nyawa Aliester tidak dapat tertolong. Akibat benturan keras di kepala Aliester yang membuatnya koma beberapa hari. Rinjani sangat terpukul atas kepergian Aliester. Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena Aliester meninggal gara-gara akan mengembalikan dompet kepadanya. Rinjani merasa sedih yang mendalam atas meninggalnya Aliester. Pertemuan mereka sangat singkat dan dipisah kan oleh kematian.
Bagian 13 : Karena melihat wajah Rinjani murung, Okto mengajak Rinjani nonton.
Waktu pun berlalu sangat cepat. Rinjani mulai kembali melanjutkan kuliahnya. Setelah jam pelajaran selesai. Rinjani duduk di depan bangku kelas. Raut wajah Rinjani yang masih bersedih mengingat kepergian Aliester. Okto yang melihat wajah Rinjani murung segera menghampirinya. Okto menanyakan kenapa raut wajah Rinjani terlihat sedih. Rinjani hanya diam tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Okto. Okto semakin bingung dengan kelakuan Rinjani yang aneh. Biasanya Rinjani terlihat ceria didepan Okto. Melihat Rinjani murung, Okto mengajak Rinjani untuk pergi nonton untuk menghiburnya. Rinjani pun menerima ajakan Okto.
Bagian 14 : Okto menjadi orang terdekat Rinjani.
Karena sangat sering mereka bertemu, Rinjani menganggap bahwa Okto adalah orang yang sangat baik. Dia berpikir bahwa Okto adalah seorang laki-laki yang menemaninya seperti Aliester. Okto adalah teman yang dikirim oleh tuhan sebagai ganti Aliester. Rinjani mulai merasa nyaman di dekat Okto. Begitu pun sebaliknya, Okto juga mulai mencintai Rinjani. Okto ingin mengungkapkan perasaannya kepada Rinjani. Tetapi dia rasa ini belum waktu yang tepat.
Bagian 15 : Hari berikutnya Okto mengajak Rinjani ke cafe dan tidak sengaja bertemu dengan Mong.
Okto sudah merasa hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Rinjani. Dia berencana mengajak Rinjani pergi ke cafe. Akhirnya, mereka telah sampai di cafe. Mereka bercanda gurau seperti orang pacaran. Tak disangka mereka bertemu dengan Mong. Rinjani tidak kenal dengan Mong. Okto memperkenalkan Mong kepada Rinjani. Melihat mereka sedang duduk berdua, Mong marah besar.
Bagian 16 : Mong mengatakan cinta kepada Okto didepan Rinjani.
Mong yang dibakar oleh opi cemburu. segera memegang tangan Okto. Dia mendorong Rinjani agar pergi dari kursi tersebut. Rinjani yang tidak tahu apa-apa segera berpindah dari kursi itu. Mong langsung mengatakan cinta kepada Okto di depan Rinjani. Dia merasa selama ini hanya mencintai Okto secara diam-diam. Akhirnya dia berbicara secara terang-terangan di hadapan Rinjani. Dia tidak mau cintanya Okto terbagi dengan Rinjani. Okto yang sangat menjaga perasaan Rinjani, dia menolak perasaan Mong. Mong sangat kecewa dengan ucapan Okto. Dia menampar Rinjani seolah-olah Rinjani adalah perusak hubungan orang. Padahal, Okto dan Mong tidak ada status yang jelas dalam hubungan.
Bagian 17 : Rinjani sedih dan pergi ke makam Aliester.
Rinjani sangat merasa bersalah dengan hubungan mereka. Dia pikir Okto adalah seseorang yang hanya dekat dengan dirinya saja. Rinjani sangat kesal dengan Mong karena telah menamparnya dengan keras. Rinjani bergegas lari dan meninggalkan mereka berdua. Rinjani pergi ke makam Aliester untuk bercerita. Dia kehilangan teman dekatnya gara-gara satu perempuan itu. Dia tidak tahu harus berbuat apalagi. Dia sudah tidak punya teman lagi untuk menemani di kala kesepian.
Bagian 18 : Di sela-sela kuliah, Rinjani bertemu dengan teman lama Mong yang bernama Lila. Lila memberi tahu Rinjani bahwa Mong pengirim surat misterus tersebut.
Hari berikutnya, Rinjani kembali melanjutkan kuliahnya. Saat hendak pergi ke kantin, Rinjani bertemu dengan teman lama Mong yang bernama Lila. Lila ini adalah salah satu circle dari Mong. Lila memberi tahu Rinjani bahwa Mong pengirim surat misterius tersebut. Lila mengaku bahwa surat itu asli ditulis sendiri oleh Mong. Lila juga bercerita kalau Mong sangat dendam kepada Rinjani karena telah merebut Okto darinya. Mong juga berencana akan membuat Rinjani menyesal dengan perbuatannya yang dirasa salah. Dia mengajak circlenya untuk membully Rinjani dan membuat Rinjani merasa malu di hadapan semua orang.
Bagian 19 : Rinjani mulai bangkit dan memaafkan kesalahan Mong sepenuhnya.
Rinjani sangat sedih dengan apa yang diceritakan oleh Lila. Dia sadar bahwa yang menjadi perusak hubungan Okto dan Mong adalah dirinya. Rinjani sangat berterimakasih kepada Lila karena sudah memberi tahu siapa pengirim surat misterius tersebut. Rinjani pikir Mong hanyalah salah paham kepadanya. Karena Okto dan Rinjani hanya teman dekat dan tidak ada hubungan spesial. Rinjani mulai bangkit dan berusaha memaafkan kesalahan Mong sepenuhnya. Meskipun Mong sangat kejam kepadanya, tetapi dia tetap memaafkan.
Bagian 20 : Rinjani dan Okto menikah dan hidup bahagia.
Hari kelulusan mahasiswa semakin dekat. Rinjani dan Okto bertemu setelah sekian lama tidak saling menyapa. Okto berusaha menjelaskan semua fakta dari kejadian itu. Dia berkata bahwa tidak ada hubungan antara Mong dengan dia. Yang ada malah Mong yang jatuh cinta kepadanya. Rinjani percaya dengan apa yang dikatakan oleh Okto. Dia berjanji akan selalu percaya kepadanya. Tak lama kemudian, Okto mengungkapkan perasaannya kepada Rinjani. Rinjani pun menerima dengan senang hati. Akhirnya hari kelulusan telah tiba. Rinjani dan Okto sukses bersama. Mereka memutuskan hubungan menuju ke jenjang yang lebih serius. Rinjani dan Okto menikah, mereka hidup bahagia.

Komentar
Posting Komentar